Tuesday, February 4, 2014

Kekuranganku Tak Membunuh Kreativitasku


Mungkin banyak orang di luar sana yang mengeluh dan terus mengeluh akan kekurangannya. Tapi hal ini justru berbeda dengan Mutia. Salah satu murid perempuanku yang menurut medis tergolong anak yang berkebutuhan khusus. Mutia menjadi satu-satunya siswa yang istimewa dalam kelas. Untuk berkomunikasi memang Mutia sedikit berbeda dengan teman lainnya, Mutia sering tampak malu dan kerap menundukkan kepala saat berbicara. Tapi menurutku, Mutia masih bisa menangkap pembicaraan dengan baik dan memberikan respon yang sesuai. Berikut salah satu video rekaman yang kuabadikan. Video rekaman Mutia yang pandai menggambar. Dengan ini, saya ingin berbagi semangat bahwa kekurangan tidak menutupi kelebihan kita.
video

Kebijakan Bahasa di India




Kebijakan bahasa di India pada dasarnya termaktub dalam Bab XVII, Konstitusi India bersamaan dengan agenda kedelapan yang mengacu pada pasal 344 dan 351 (yang menetapkan bahasa-bahasa di India untuk tujuan-tujuan tertentu), serta pasal-pasal tentang hak-hak dasar berkaitan dengan bahasa, pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
Kebijakan bahasa memberikan kebebasan penuh kepada negara untuk memilih bahasa atau bahasa yang dititurkan di daerah sebagai bahasa daerah tersebut serta untuk mengizinkan satu bahasa atau lebih dari bahasa –bahasa tersebut menjadi bahasa resmi negara. Namun bagi Serikat, Konstitusi mengatur bahasa Inggris dalam naskah Devanagari untuk tujuan resmi bersama bahasa Inggris sebagai bahasa resmi asosiasi.
Ruang lingkup kebijakan bahasa di India berkaitan dengan penggunaan bahasa dalam kegiatan administratif, pendidikan, yudikatif, legislatif, komunikasi massa, dan lain-lain yang bersifat pluralistik, yaitu yang berorientasi pada pembangunan bahasa dan kelangsungan hidup bahasa.
Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendorong warga negara menggunakan bahasa ibu mereka di tingkat dan wilayah tertentu melalui beberapa proses bertahap, tetapi tujuan kebijakan ini adalah membantu seluruh bahasa untuk berkembang.
Kebijakan ini bersifat dapat menyesuaikan diri dan terus berkembang, melalui peraturan bersama, konsensus, dan proses peradilan. Kesadaran politik atau kesadaran yang berkaitan dengan pemeliharaan bahasa asli harus sudah sangat tinggi, baik antara kepemimpinan politik dan di antara orang-orang biasa yang menuturkan bahasa ini.
Agenda Konstitusi India kedelapan berfungsi sebagai alat tawar-menawar  dan mendapatkan keuntungan bagi bahasa. sekali bahasa masuk ke dalam perkumpulan ini, tata namanya sendiri akan berubah, status akan berubah dan ia akan disebut Bahasa India Modern (Modern India Language), Bahasa Tetap (Scheduled Language), dan lain-lain. Agenda ini telah hadir sebagai pernyataan kebijakan bahasa yang paling penting. Ia mengelompokkan ribuan bahasa tertulis dan tidak tertulis serta dialek ke dalam dua kategori besar, yaitu bahasa tetap dan bahasa tidak tetap.

Bahasa-bahasa pada agenda tersebut diperlakukan secara istimewa dan bahasa-bahasa yang tercantum dalam agenda ini dipertimbangkan terlebih dulu untuk digunakan dalam hampir setiap kegiatan pengembangan bahasa. bahasa-bahasa tersebut dilimpahi segala sarana, termasuk sarana untuk menyerap prakarsa teknologi bahasa milik pemerintah.

1.      Pengelompokan Rumpun Bahasa dari 122 Bahasa Tetap dan Bahasa Tidak Tetap (tahun 2001)
Rumpun Bahasa
Jumlah Bahasa
Jumlah penutur yang kembali menggunakan bahasa itu sebagai bahasa ibu
Persentase dari total populasi
1.      Indo-Eropa
(a)    Indo-Arya
(b)   Iran
(c)    Jerman

21
2
1

790.627.060
22.774
226.449

76,87
00,00
00,02
2.      Dravidia
17
214.172.874
20,82
3.      Austro-Asiatik
14
11.442.029
01,11
4.      Tibet-Burman
66
10.305.026
01.00
5.      Semito-Harmitik
1
51.728
00,01
Total
122
1.026.847.940*
99,83*

Dari total 1.028.610.328 populasi untuk India, sisanya dari 1.762.388 (0,17%) penutur adalah "Total Bahasa Lain" selain bahasa Tetap dan bahasa Tidak Tetap. Total populasi tidak termasuk jumlah dari Paomata, Mao Maram, dan Subbagian Purul dari Senapti distrik Manipur.
Jenis kedua dari pengelompokan adalah pada tingkat bahasa ibu menjadi "bahasa". Meskipun 114 bahasa terdata oleh kantor sensus, banyak dari bahasa ini tidak independen dan seperti entitas individu. Dalam ini, ada banyak bahasa ibu/ bahasa / dialek.
Kelompok bahasa dibentuk dari pengelompokan populasi bahasa ibu di bawah payung yang disebut "bahasa". Misalnya, Hindi adalah kelompok lebih besar dari 45 bahasa ibu.
Varietas bahasa-bahasa Hindi dikombinasikan untuk membentuk Hindi pasca-era kemerdekaan membantu dalam penyatuan populasi penutur bahasa Hindi untuk tujuan demografis (mayoritas statistik).
Karena perluasan media jaringan dalam beberapa dekade terakhir, bahasa Hindi di beberapa bagian India berkembang terutama melalui media massa audio-visual. Sedangkan masing-masing negara linguistik mengambil langkah untuk promosi bahasa sendiri, pemerintah pusat juga terlibat dalam tugas ini. Hal itu telah membentuk beberapa lembaga untuk promosi bahasa India Modern.

DAFTAR PUSTAKA
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2011. Perencanaan Bahasa pada Abad ke-21 Kendala dan Tantangan (Risalah Simposium Iternasional Perencanaan Bahasa. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Baldridge, Jason. 1996. Reconciling Linguistic Diversity: The History and The Future of Language Policy in India. Dalam—http://www.ling.upenn.edu/~jason2/papers/ natlang.htm—diunduh pada tanggal 11 November 2012, pukul 09.56 WIB.